UNIVERSITAS GUNADARMA
MANUSIA
DAN CINTA
Cinta merupakan pengalaman
yang sangat menarik yang pernah kita alami dalam hidup ini. Sangat disesali,
orang pada umumnya masih bingung akan apakah cinta itu sesungguhnya.
Kebingungan mereka semakin bertambah ketika dunia perfilman memperkenalkan arti
cinta yang salah dimana penekanan akan cinta selalu dititik beratkan pada
perasaan dan cerita romantika.
Dari jaman dulu sampai
sekarang hakikat cinta kasih masih menjadi perbincangan yang tidak dibatasi
secara jelas dengan makna yang luas pula.Walaupun, sulit juga untuk diungkapkan
dan diingkari bahwa cinta adalah salah satu kebutuhan hidup manusia yang cukup
fundamental.Begitu fundamentalnya sampai-sampai membawa Khalil Gibran, seorang
punjagga terkenal, berpendapat bahwa “Cinta hanyalah sebuah
kemisterian”.Cinta sangat erat dalam kehidupan dan tidak bisa di pisahkan
dalam kehidupan. Tidak pernah selintas pun orang berpikir bahwa cinta itu tidak
penting. Mereka haus akan cinta, mereka butuh akan cinta.
Kendati pun demikian,
hampir setiap orang tidak pernah berpikir tentang apa dan bagaimana cinta itu.
Padahal berpikir tentang apa dan bagaimana cinta itu, cinta bisa
diibaratkan sebagai suatu seni yang sebagaimana bentuk seni lainnya sangat
memerlukan pengetahuan dan latihan untuk bisa menggapainya.
Begitupun dengan kasih
sering sekali kita terkecoh bahkan sulit untuk membedakan cinta dan kasih itu
sendiri. Oleh karena itu, penulis sangat tertarik mengambil judul makalah
Manusia dan Cinta Kasih, agar dapat membantu kita semua untuk lepas dari
ketidak jelasan Cinta Kasih yang selalu menjadi bahan perenungan, diskusi,
cerita yang tidak pernah ada akhirnya.
Banyak alasan pentingnya
membicarakan manusia dan cinta kasih. Dalam memahami atau mempelajari manusia
dan cinta kasih tentu tidak akan mendefinisikannya secara universal dan
objektif tetapi berpatokan pada jenis – jenis atau macam – macamnya. Manusia
dan cinta kasih ada hubungannya dengan unsur – unsur membentuknya.Banyak orang
melihat masalah cinta ini pertama – tama sebagai masalah dicintai dan bukan
masalah mencintai, yaitu masalah kemampuan orang untuk mencintai. Pendapat
semacam ini akan mendorong manusia untuk selalu mempermasalahkan bagaimana
supaya ia di cintai, atau bagaimana supaya ia menarik orang lain. Dan untuk
mengejar tujuan ini umumnya orang menempuh beberapa jalan.Permasalahan yang
sering timbul dikalangan masyarakat ataupun sekarang ini yaitu mengenai
perasaan cinta.Ada orang yang menyatakan cinta, namun dalam perjalanannya orang
itu hanya mementingkan perasaannya sendiri tanpa mementingkan perasaan orang
yang mencintainya. Tak jarang perasaan cinta yang dimiliki seseorang,
menyampaikannya dengan cara yang salah. Orang semacam ini biasanya tidak
mengetahui bagaimana cara menyampaikan perasaan cinta dan kasih yang dimilikinya.
Banyak juga orang yang memendam perasaannya karena tidak tahu bagaimana cara
menyampaikan perasaan yang dimilikinya kepada orang yang ingin disampaikan
perasaannya itu.
Beberapa
Pembahasan tentang Manusia dan Cinta
1. 1. HAKIKAT CINTA KASIH
Cinta merupakan suatu
istilah yang sulit untuk dibatasi secara jelas karena cinta adalah salah satu
kebutuhan hidup manusia yang cukup fundamental.
Secara sederhana cinta bisa
dikatakan sebagai panduan rasa simpati antara dua makhluk. Rasa simpati ini
tidak hanya berkembang diantara pria dan wanita, akan tetapi bisa juga di
antara pria dengan pria wanita dengan wanita pada hal ini bisa dimisalkan hubungan
cinta kasih antara seorang ayah dengan anak laki-lakinya atau cinta seorang ibu
dengan anak gadisnya.cinta sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia,
semua manusia haus akan cinta salah satunya banyak orang yang tiada
henti-hentinya menonton film tentang kisah cinta, baik yang berakhir bahagia
maupun sebaliknya dan banyak juga orang yang suka mendengarkan berpuluh-puluh
lagu yang bermotif tentang cinta, walau demikian hampir semua orang tidak
pernah berfikir tentang apa dan bagaimana cinta itu. Banyak orang yang
beranggapan bahwa cinta itu tidak lebih dari sekedar perasaan menyenangkan,
yang untuk mengalaminya orang harus terjatuh ke dalamnya.Sikap semacam itu pada
hakikatnya berdasar pada pendapat-pendapat berikut ini, baik secara
sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama.
Banyak orang yang melihat
masalah mencintai itu merupakan malasah kemampuan orang untuk mencintai.
Pendapat semacam ini akan mendorong manusia untuk selalu mempermasalahkan
bagaimana supaya ia dicintai, atau bagaimana supaya ia menarik orang lain.
Untuk mengejar tujuan ini biasanya laki-laki akan berusaha menjadi sukses ,
berkuasa dan kaya sejauh dimungkinkan oleh batas-batas kedudukan sosialnya.
Sementara yang wanita biasanya membuat dirinya lebih menarik dan cantik, lebih
merangsang dan lain sebagainya. Selain itu, cara yang dianggap bisa menarik
orang lain adalah dengan memupuk tingkah laku yang menyenangkan, menyuguhkan
tutur kata yang menarik suka menolong, sopan dan dan tindakan-tindakan lain
yang bersifat tidak mengganggu orang lain.Cinta adalah suatu kegiatan dan bukan
merupakan pengaruh yang pasif. Secara demikian bisa pula dikatakan bahwa salah
satu esensi dari cinta adalah adanya kreatifitas dari diri seseorang terutama
terletak pada aspek memberi dan bukan menerima.
2. 2. CINTA KASIH DALAM BERBAGAI DIMENSI
Cinta boleh dibilang telah
menjadi bagian hidup manusia.Pengakuan hal ini merupakan pengertian yang sangat
umum.Lewat pembahasan itu pula barangkali juga sempat menangkap wawasan yang
lebih luas dari hubungan cinta kasih antar insan. Cinta tidak sekedar peraturan
antara unsur-unsur yang telah disebutkan, tetapi lebih luas dari itu ia
mempunyai hubungan pengertian dengan konstruk lain misalnya kasih sayang,
kemesraan, belas kasihan ataupun dengan aktivitas pemujaan.
Kasih sayang paling btidak
menuntut adanya dua pihak yang terlibat di dalamnya yaitu seseorang yang
mencurahkan perasaan sayang, cinta atau suka dan seseorang yang memperoleh
curahan kasih sayang, cinta dan suka itu sendiri.
Perhatian itu pada dasarnya pada dasarnya
merupakan salah satu unsur dasar dari kisah cinta. Sebagai manusia normal kita
sangat membutuhkan kehadiran orang lain dalam hidup kita. Kasih sayang adalah
sesuatu yang indah, suci dan didambakan oleh setiap orang. Seseorang tidak akan
memperoleh kasih sayang apabila tidak ada orang lain yang memberi. Dengan
bertitik tolak kepada kasus hubungan antara orang tua dengan anaknya kita bisa
membedakan sebagai bentuk kasih sayang berikut ini:
Pertama, orang tua bersikap
aktif sementara si anak bersikap pasif, dalam hubungan ini orang tua memberikan
kasih sayang yang berlebihan terhadap anaknya, sementara si anak hanya menerima
saja, mengiyakan tanpa sedikitpun berusaha memberikan respon. Kondisi semacam
ini biasanya akan menciptakan anak yang senantiasa takut, kurang berani
menytakan pendapat, minder, atau dengan kata lain cenderung membentuk sosok
anak yang tidak mampu berdiri sendiri dalam masyarakatnya.
Kedua, orang tua bersikap
pasif sementara si anak bersifat aktif.Si anak mencurahkan kasih sayang kepada
orang tuanya secara berlebihan.Orang tua cenderung mendiamkan tingkah laku
anaknya dan tidak memberikan respon terhadap apapun yang diperbuat si anak.
Ketika, suatu bentuk kasih
sayang dimana orangtua bersikap pasif sementara si anak juga bersikap pasif.
Dalam bentuk ini jelas masing-masing pihak membawa cara hidup dan tingkah
lakunya tanpa saling mempertahankan satu sama lain. Suasana keluarga terasa
dingin tidak ada tegur sapa dan yang jelas tiada kasih sayang.Kecenderungan
yang menonjol dalam bentuk ini orang tua hanya memenuhi kebutuhan anak dalam
bidang materi semata-mata.
Sedang bentuk keempat
adalah suatu bentuk kasih sayang dimana orangtua bersikap aktifsementara si
anak juga bersikap aktif. Dalam bentuk ini orangtua dan anak salig memberikan
kasih sayang scara berlebihan, sehingga hubungan antara orangtua dan anak
terasa intim dan mesra, saling mencintai, saling menghargai, dan yang jelas
saling membutuhkan
Kasih sayang adalah satu
kondisi yang merupakan pertumbuhan lebih lanjut dari cinta dalam kasih sayang
masing-masing dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya,
saling pengertian, dan saling terbuka, sehingga keduanya seakan-akan merupakan
satu kesatuan yang bulat utuh. Namun satu hal pasti ia tidak akan muncul dan
berkembang tanpa ada suatu pihak yang memberikannya. Meskipun demikian, satu
hal juga patut dipertimbangkan, bahwa sebelum kita berkehendak memberikan kasih
sayang kepada orang lain. Sudah tentu kita harus mampu terlebih dahulu
memberikan kasih sayang itu kepada diri kita sendiri secara wajar.
3. 3. KASIH SAYANG
Menurut kamus umum Bahasa
Indonesia karangan W.J.S.Purwodarminto, kasih sayang diartikan dengan perasaan
sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
Ada berbagai macam bentuk
kasih sayang , bentuk itu sesuai dengan kondisi penyayang dan yang disayangi.
Dalam kasih sayang ini sadar atau tidak sadar dari masing – masing pihak
dituntuttanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling
pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan
utuh.Bila salah satu unsur kasih sayang hilang, misalnya unsur tanggung jawab,
maka retaklah keutuhan rumah tangga itu. Kasih sayang yang tidak disertai
kejujuran akan terancamlah kebahagiaan rumah tangga itu.
Yang dapat merasakan kasih
sayang bukan hanya sesuai atau istri atau anak – anaknya yang telah dewasa,
melainkan bayi yang masih merah pun telah dapat merasakan kasih sayang dari
ayah atau ibunya.
Kasih sayang itu tampak
sekali bila seseorang ibu sedang menyusui atau menggendong bayinya itu diajak
bercakap – cakap, ditimang-timang, dinyanyikan, meskipun bayi itu tak tahu arti
kata – kata , lagu dan sebagainya.
4. 4. K E M E S R A A N
Kemesraaan berasal dari
kata dasar “mesra”, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah
hubungan akrab baik antara pria-wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang
sudah berumah tangga.
Kemesraan pada dasarnya
merupakan perwujudan kasih yang telah mendalam.
Filsuf Rusia, Salovjev
dalam bukunya “MAKNA KASIH” mengatakan “jika seorang pemuda jatuh cinta pada
seorang gadis secara serius, ia terlempar ke luar dari cinta diri. Ia mulai
hidup untuk orang lain.”
Pernyataan ini dijabarkan
secara indah oleh William Shakespeare dalam kisah “Romeo dan Juliet”. Bila di
Indonesia kisah Mendut Pranacitra.
Yose Ortega Y. Gasset dalam
novelnya “On Love” mengatakan, “di kedalaman sanubarinya seorang pecinta merasa
dirinya bersatu tanpa syarat dengan obyek cintanya.Persatuan bersifat
kebersamaan yang mendasar dan melibatkan seluruh eksistensinya.”
Selanjutnya Yose
mengatakan, bahwa si pecinta tidaklah akan kehilangan pribadinya dalam aliran
energi cinta tersebut. Malahan pribadinya akan diperkaya, dan dibebaskan. Cinta
yang demikian merupakan pintu bagi seseorang untuk mengenal dirinya.
Di bawah sorotan pandangan
evolusi, cinta menjadi lebih agung lagi, karena ia merupakan daya pemersatu
dalam alam semesta, dan kondisi utama yang memungkinkan hidup. Kemampuan
mencintai ini memberi nilai pada hidup kita, dan menjadi ukuran terpenting
dalam menentukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusi kita.
Cinta yang berlanjut
menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan.Kemesraan adalah perwujudan dari
cinta.
Kemesraan dapat menimbulkan
daya kreativitas manusia.Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai
bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.
Hubungan yang akrab
dituangkan dalam bentuk seni misalnya seni pahat, seni patung, seni lukis, seni
sastra, dan sebagainya sesuai dengan bakatnya.Dalam seni tari berbagai daerah
mengenai bentuk tari kemestaan seperti tari “Karonsih” dari Jawa Tengah, tari “Gatotkaca
Gandrung” juga dari Jawa Tengah.Tari “Merak” dari Jawa Barat, dan lain-lain
yang biasanya ditarikan dalam resepsi perkawinan.
Dalam seni musik, lagu
kemesraan hampir tiap menit kita dengar melalui radio atau alat media
elektronika yang lain. Lagu-lagu kemesraan antara lain “Cinta” ciptaan Rinto
Harahap, “Mimpi-mimpi Tinggallah Mimpi” ciptaan Tirto Saputra dan lain-lain.
Dalam kehidupan manusia
terdapat berbagai kasus kemesraan. Di dalam drama TVRI yang berjudul
Tigor, betapapun mesra hubungan Tigor dengan Minah, namun orang tua Minah, Jaya
Kepruk semula tak menginginkan hubungan anaknya dengan Tigor, pemuda
“seberang”.
Tigor pemuda dari Tapanuli,
bertugas di daerah Jaya Kepruk untuk membantu pembangunan daerah itu.Ia
mendukung gagasan Pak Lurah yang bermaksud membuat saluran air dengan
mengorbankan sebagian tanah sawah Jaya Kepruk, tetapi gagasan itu sangat
menguntungkan orang banyak.
Jaya Kepruk tidak setuju
gagasan Lurah yang merugikan dirinya.Tigor mendukung gagasan itu, demi
kepentingan orang banyak.Ia mencintai Minah, anak Jaya Kepruk, tetapi dukungan
terhadap gagasan Lurah tetap tak dicabut dan tak mengendor. Kepribadian
kuat seperti itulah yang dibutuhkan untuk membangun tanah air yang kita
cintai ini.
Dalam drama TVRI itu, kita
jumpai nilai-nilai manusia.Penyadaran pengertian bangsa, bahasa dan tanah air.
Tokoh Tigor yang dikatakan pemuda “seberang” oleh orang kampung di daerah
Jawa Tengah, berhati lurus sesuai dengan namanya, dan bertanggung jawab atas
segala ucapan dan tindakannya.
Kesimpulan:
Kemesraan adalah hubungan
akrab antara pria-wanita atau suami-isteri.Kemesraan merupakan bagian hidup
manusia.Di dalam kehidupan manusia terdapat berbagai kasus kemesraan.Kemesraan
dapat membangkitkan daya kreativitas manusia untuk menciptakan atau menikmati
seni budaya, seni sastra, seni musik, seni tari, seni lukis dan sebagainya.
Dalam lukisan seni budaya
itu mengandung nilai-nilai kehidupan, moral pelakunya, kebobrokan sosial,
ketidakadilan, dan sebagainya.Semua itu wajib dikaji para cendekia agar dirinya
tidak terkungkung dalam bidangnya.
5. 5. P E M U J A A N
Pemujaan adalah perwujudan
cinta manusia kepada Tuhan.Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat
dipisahkan dari kehidupan manusia.Hal ini, karena pemujaan kepada Tuhan adalah
inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.Apakah sebab hal itu terjadi karena
Tuhan pencipta alam semesta.Seperti dalam surat Al-Furqan ayat 59-60 yang
menyatakan,”Dia yang menciptakan langit dan bumi beserta apa-apa di antara
keduanya dalam enam rangkaian masa, kemudian Dia bertahta di atas
singgasana-Nya. Dia Maha Pengasih, maka tanyakanlah kepada-Nya tentang
soal-soal apa yang perlu diketahui”. Selanjutnya ayat 60, Bila dikatakan kepada
mereka, “Sujudlah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih”.
Manusia cinta kepada
Tuhan, karena Tuhan sungguh Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kecintaan manusia
itu dimanifestasikan dalam bentuk pemujaan atau sembahyang. Dalam surat An-Nur
ayat 41 antara lain dinyatakan,”Apakah engkau tidak tahu bahwasanya Allah itu
dipuja oleh segala yang ada di langit dan di bumi . . . . . .”
a) Cara
pemujaan
Dalam kehidupan manusia
terdapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama, kepercayaan, kondisi, dan
situasi. Sembahyang di rumah, di masjid, di gereja, di pura, di candi bahkan di
tempat-tempat yang dianggap keramat merupakan perwujudan dari pemujaan kepada
Tuhan atau yang dianggap Tuhan.
Di alam semesta ini tidak
ada seorang pun yang membantah bahwa Tuhan itu pencipta segala-galanya. Bahwa
Tuhan Maha, Kuasa, Mahatahu, Maha Menentukan, Mahabijak, Mahakasih dan masih
banyak maha lagi sifat Tuhan, tidak ada yang menyangkal.
b) Tempat
pemujaan
Masjid, gereja, candi,
pura, dan lain lagi merupakan tempat manusia berkomunikasi dengan Tuhannya atau
yang dianggap Tuhan. Di tempat-tempat itu dianggap Tuhan “berada”, karena
itu orang Islam menamakan masjid “rumah Allah”, maka wajarlah tempat-tempat itu
dibuat sebagus mungkin, sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Bangsa Indonesia memiliki
Borobudur sebagai tempat pemujaan agama Budha yang tidak ada duanya di dunia
pada jamannya.Untuk itu bangsa Indonesia bangga, meskipun bangsa Indonesia yang
tinggal di sekitar Candi Borobudur pada waktu ini tidak lagi memeluk agama
Budha. Hal ini merupakan bukti akan kemaksimalan bangsa Indonesia pada waktu
itu akan cintanya kepada Tuhannya.
c) Berbagai
seni sebagai manifestasi pemujaan
Seperti dikemukakan di
depan cinta menimbulkan daya kreativitas pencintanya. Pengertian kreativitas
antara lain ialah mencipta. Dalam seni pahat banyak kita jumpai arca-arca yang
menggambarkan dewa-dewa atau sesuatu yang dipujanya.Sudah tentu tinggi rendahnya
hasil seni itu bergantung kepada kemampuan penciptanya.
6. 6. BELAS KASIH
Dari surat AL-Qalam ayat 4 maka manusia menaruh belas kasihan kepada orang
lain, karena belas kasihan adalah perbuatan orang yang berbudi. Sedangkan orang
yang berbudi sangat dipujikan oleh Allah SWT.
Dalam essay “C N Love” ada pengertian bahwa cinta adalah rasa persatuan tanpa
syarat. Itu berarti dalam rasa belas kasihan tidak mengandung unsur
“pamrih”.Belas kasihan yang kita tumpahkan benar- benar keluar dari lubuk hati
yang ikhlas. Kalau kita memberikan uang kepada pengemis agar mendapat pujian,
itu berarti tidak ikhlas , berarti ada tujuan tertentu. Hal seperti itu banyak
terjadi di dalam masyarakat.
7. 7. MANUSIA DAN CINTA KASIH
Cinta amat penting dalam kehidupan manusia.Karena cinta itulah kehidupan ini
ada.Bukan hanya manusia, bahkan binatang-binatang pun sesungguhnya berbuat
sesuatu karena dorongan perasaan cinta.Hanya bedanya, manusia berbuat karena
kesadaran atau akalnya, sedangkan binatang berbuat karena nalurinya.
Jadi perasaan cinta pun dapat dipengaruhi oleh dua sumber, yaitu perasaan cinta
yang digerakkan oleh akal budi, dan perasaan cinta yang digerakkan oleh
nafsu.Yang pertama disebut cinta tanpa pamrih atau cinta sejati.Dan yang kedua
disebut cinta nafsu atau cinta pamrih.
Perasaan antar sesama,
hendaknya perasaan cinta yang berangkat dari dasar rasa ‘tepa selera’. Dengan
cara menempatkan diri kita pada diri orang lain. Dengan demikian kita akan
merasa satu dengan orang yang kita cinta. Dalam cinta kasih atau cinta sejati
tidak ada kehendak untuk memiliki, apalagi menguasai.
Cinta kasih atau cinta
sejati adalah rasa cinta yang tulus dan tidak memerlukan atau menuntut balas.
Maka cinta kasih itu akan meliputi seluruh dunia, tanpa melihat suku bangsa,
warna kulit, agama dan sebagainnya; karena ia tidak bergantung kepada sesuatu
yang ada dan melekat pada sesuatu yang dicintai. Cinta kasih ‘keberadaannya’
bukan disebabkan oleh unsur-unsur yang bersifat eksternal, yang ada di luar
diri kita, melainkan justru oleh unsure-unsur yang besifat internal, yang
bersemayam dan berkembang di dalam diri kita masing-masing.
Cinta kasih tidak mengenal diri, cemburu, persaingan dan sebangsanya.Dukannya
adalah duka kita, gembira nya adalah gembira kita.Bagi cinta kasih pengorbanan
adalah suatu kebahagiaan.Sebaliknya ketidakmampuan membahagiakan atau paling
tidak meringankan beban yang dicintai atau dikasihi adalah suatu penderitaan.
Kesimpulan
Dari pembahasan ini dapat ditarik suatu
kesimpulan :
a.
Manusia pada hakikatnya tidak akan dapat
terpisahkan dari Cinta kasih dan sayang
b.
Cinta kasih Ideal itu adanya tiga unsur yaitu
keterikatan, keintiman dan kemesraan atau sering juga di sebut Segitiga Cinta
yang satu sama lain harus sinergi, selaras, seimbang satu sama lain.
c.
Cinta dan kasih mengandung arti yang hamper
sama, tapi antara keduanya terdapat perbedaan, yaitu cinta lebih mengandung
pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih meupakan pengungkapan
untuk mengeluarkan rasa mengarah kepada yang dicintai.
d.
Cinta itu mulia, bisa sangat indah, cinta itu
sebuah kebahagiaan, tetapi manakala cinta itu tidak sesuai dengan apa yang
diharpakan, apa yang diperkirakan dan apa yang didambakan bertolak belakang
dari kenyataaan yang sudah terlanjur tercipta dalam angan-angan maka cinta bisa
sangat menyakitkan dan menimbulkan penderitaan yang luar biasa.
Saran
Dengan diselesaikannya makalah ini penulis
berharap makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan pembaca.
Selanjutnya penulis juga mengharapkan kritik dan saran guna peningkatan
kualitas dalam penulisan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Alamsyah, M 1987.Budi Nuarani Filsafat
Berikir. Jakarta :Titik Terang.
Suryadi, M.P 1985. Ilmu Budaya Dasar.
Buku Materi Pokok. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Universitas Terbuka.
Poedjawijatna, I.R. 1986. Etika,
Filsafat Tingkah Laku. Jakarta : Bina Aksara.
Faisal, Sanapiah dan Mappiare. Tanpa Tahun. Demensi-Demensi
Psikologi.Surabaya : Usaha Nasional.
From.Erich. 1983.Seni Mencintai.
Jakarta: Sinar Harapan
Widagdo, Drs. Djoko, dkk. Ilmu Budaya
Dasar.Bumi Aksara ;
Tri Prasetya, Drs. Joko, dkk. 1991. Ilmu
Budaya Dasar MKDU. Rineka Cipta ; Jakarta









Tidak ada komentar:
Posting Komentar